Selamat Datang di Situs ISBDS Cipta Sejati Cabang Sumenep - Sekretariat : Jln. Pelabuhan Gersik Putih Barat HP : 085 232 435 621 - 087 850 111 728"

Cari Blog Ini

Keluarga Besar ISBDS CIPTA SEJATI Cabang Sumenep Insya Allah akan mengadakan acara Pembukaan Pusat Daya (PPD) & Kenaikan Tingkat, Kamis & Jum'at 24 & 25 Maret 2016 "

Kamis, 27 Agustus 2009

Untuk Apa Allah Menyuruh Kita Berpuasa

Untuk merubah kualitas seseorang dari Iman menjadi Takwa dibutuhkan 3 tahap. Masing-masing sekitar 10 hari. Rasulullah mengatakan bahwa puasa Ramadhan selama sebulan itu dibagi menjadi 3 tahap. Yaitu, sepuluh hari pertama berisi Rahmat. Sepuluh hari kedua berisi Ampunan alias Maghfirah. Dan sepuluh hari terakhir berisi dengan Nikmat.

Dalam konteks ‘penyembuhan’ yang kita bahas di depan, 3 tahap proses ini menemukan kesamaannya. Yaitu, proses detoksifikasi alias penggelontoran racun, proses rejuvenasi atau peremajaan, dan proses stabilisasi atau pemantapan kondisi. Hal ini bisa bermakna lahiriah maupun batiniah sekaligus.

Secara lahiriah, tiga tahapan dalam puasa Ramadhan itu menggambarkan terjadinya proses penyeimbangan kondisi kesehatan tubuh seseorang. Saya pernah mengadakan pengamatan sederhana terhariap sejumlah kawan-kawan yang berpuasa pada bulan Ramadhan tahun lalu.

Sebelum memasuki puasa Ramadhan, beberapa orang melakukan check kesehatan di laboratorium untuk mengukur kadar asam urat, kolesterol, gula darah dan SGOT/SGPT Kami ingin membandingkan kondisinya dengan setelah melakukan puasa.

Maka yang terjadi sungguh menarik untuk dicermati. Dan saya ingin melakukan pendalaman lebih lanjut tentang efek puasa Ramadhan terhariap kondisi kesehatan seseorang.

Namun secara umum, tiga tahapan puasa di atas memang terjadi. Dalam pengamatan itu, saya menemukan kesimpulan bahwa 10 hari pertama, kondisi kesehatan kami mengalami proses detoksifikasi alias penggelontoran racun besar besaran. Prosesnya memang bisa berbeda beda pada setiap orang. Namun secara umum terjadi penurunan kadar kolesterol, asam urat, gula darah dan SGOT/ SGPT secara dramatis.

Misalnya, di antaranya ada yang sebelum puasa itu memiliki kadar kolesterol sangat tinggi. Kadar kolesterol total 245 (normalnya di bawah 200 mg/dl), HDL cuma 42 (normalnya di atas 55 mg/dl), LDL mencapai kadar ‘tak terhitung’ (normalnya lebih kecil dari 150 mg/ dl), dan TG sebesar 513 (normalnya 150 mg/dl).

Setelah berpuasa selama 10 hari pertama, kami melakukan cek ulang ke lab. Hasilnya sungguh menarik. Kolesterol totalnya turun menjadi 216. HDL yang terlalu rendah meningkat menjadi 55. LDL yang terlalu tinggi (tidak terhitung) menjadi normal kembali sebesar 111. Dan Trigliserida yang 513 turun menjadi 249.

Proses detoksifikasi yang terjadi selama puasa 10 hari pertama itu ternyata sangat signifikan. Padahal, biasanya dalam kondisi tidak puasa, penurunan sebesar itu dilakukan dalam waktu 4 minggu menggunakan obat-obatan penurun kadar kolesterol. Itu pun harganya tergolong tidak murah. Lewat puasa, bisa dilakukan hanya dalam waktu 10 hari tanpa menggunakan obat sama sekali.

Badan melakukan fungsinya untuk melakukan penyeimbangan secara alamiah dengan sangat efektif pada saat kita berpuasa. Yang terlalu tinggi diturunkan. Dan yang terlalu rendah ditinggikan, secara otomatis.

Saat proses detoksifikasi itu biasanya kita merasakan kondisi yang kurang mengenakkan badan. Ada yang merasa lemas. Ada juga yang merasa. Pusing-pusing dan demam ringan. Atau, kadang dibarengi dengan diare ringan serta air kencing yang keruh. Semua itu normal saja, karena sedang terjadi penggelontoran racun secara besar-besaran dalam tubuh kita. Gejala-gejala itu biasanya hilang dalam waktu beberapa hari, setelah badan kita beradaptasi.

Pada 10 hari kedua, proses penggelontoran itu terus berlanjut. Tapi dengan kecepatan yang lebih rendah. Penggelontoran besar besaran hanya terjadi pada 10 hari pertama. Dan bersamaan dengan detoksifikasi berkecepatan rendah itu, mulai terjadi peremajaan pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan. Sistem tubuh mulai mengarah pada keseimbangannya.

Cek laboratorium menunjukkan kecepatan penurunan semakin melambat. Pada hari ke 21, hasil lab memperlihatkan semua kadar kolesterol berangsur-angsur normal. Kolesterol total mencapai angka cukup ideal 182 mg/dl. Sedangkan HDL konstan pada 55 mg/dl. LDL semakin rendah mencapai 96 mg/dI. Dan Trigliserida menjadi 148 mg/dl.

Selain kolesterol, ternyata asam urat juga mengalami penyeimbangan kembali. Sebelum puasa, kadarnya 7,7 (normalnya di bawah 7 untuk laki laki). Ternyata dalam 10 hari pertama pada orang yang sama asam uratnya turun menjadi 6,6. Dan pada hari ke 21 asam urat turun lagi menjadi 6,2.

Pada 10 hari terakhir, kondisinya menuju pada keadaan seimbang. Ada penurunan namun semakin rendah kecepatannya. Yang menarik, ternyata berat badan juga mengalami proses yang seirama.

Pada 10 hari pertama, berat badan mengalami penurunan cukup besar. Diperoleh data, bahwa sebelum puasa berat badan mencapai 70 kg. Ternyata, di hari ke 11 berat badannya turun sebanyak 3 kg menjadi 67 kg.

Pada hari ke 21, terukur berat badannya terus mengalami penurunan meskipun tidak sebesar periode pertama. la mengalami penurunan sekitar 1,5 kg menjadi 65,5 kg. Dan yang menarik, penurunan berat badan itu tidak berlangsung pada periode ketiga. Saat hari terakhir puasa, berat badannya justru naik kembali menjadi 66,5 kg. Sebuah berat badan ideal, karena ia memiliki postur dengan tinggi badan 169 cm.

Ternyata benar ungkapan Rasulullah saw bahwa dalam bulan Ramadhan itu kita bakal mengalami 3 tahap proses menuju keseimbangan kondisi secara alamiah. Tahap pertama rahmat, karena Allah membersihkan badan kita dari racun-racun yang membahayakan kesehatan lewat proses detoksifikasi.

Tahap yang kedua adalah maghfirah atau ampunan. Dalam 10 hari kedua itu Allah benar-benar memberikan ampunan kepada hambaNya yang berpuasa dengan mengembalikan kondisi badan yang tadinya mengandung banyak sampah metabolisme menjadi bersih. Dan kemudian meremajakan kembali bagian-bagian yang rusak.

Dan pada tahap ketiga, Allah menurunkan nikmatnya kepada orang-orang yang berpuasa dengan baik. Di tahap ketiga itu, badan kita berangsur-angsur menuju keseimbangan alamiahnya. Bahkan, berat badan yang tadinya mengalami penurunan, di tahap ini justru mengalami kenaikannya kembali untuk menuju kondisi normalnya. Maha benar Allah dengan segala firmanNya, sebagaimana disampaikan oleh RasulNya …

Selain berdampak secara lahiriah, tahapan puasa dalam bulan Ramadhan itu juga tampak dalam aktivitas yang bersifat batiniah. Pada skala batiniah, tahapan puasa memberikan motivasi yang besar kepada orang-orang yang sedang menjalankan puasa.

Tahapan itu ada kaitannya dengan sabda nabi “barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan Iman dan penuh perhitungan, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu maupun yang akan datang.

Sabda nabi ini mengarahkan kita agar tidak sembarangan dalam berpuasa. Ada dua hal yang dipersyaratkan, imanan dan wahtisaban. Yaitu ‘memahami’ dan ’selalu mengevaluasi pelaksanaannya’.

Nah, berkaitan dengan itu, kita mengevaluasinya dalam 3 tahapan, masing-masing 10 hari. Sebab efek puasa memang tidak langsung dirasakan hari itu juga, melainkan butuh tenggang waktu untuk mengukur dampaknya. Sebagaimana yang terlihat secara lahiriah, kurun waktu 10 hari itu juga telah memperlihatkan dampaknya.

Pada sepuluh hari pertama, sebagaimana dampak lahiriyahnya, puasa kita akan menggelontor berbagai macam penyakit hati. Apakah penyakit hati yang bakal tergelontor? Banyak. Di antaranya adalah suka berbohong, sering menipu, pemarah, pembenci, sulit memaafkan, serakah, sombong, riya’, dan lain sebagainya.

Pada kondisi ini jika kita bisa ‘menghancurkan’ penyakit penyakit batiniah itu, maka dampaknya sungguh akan baik buat kebersihan dan kelembutan hati. Bahwa hati yang berpenyakit akan mendorong kualitas hati itu menjadi semakin jelek dengan cara mengeras, membatu, tertutup dan dikunci mati oleh Allah.

Maka, dengan puasa, sebenarnya kita sedang memproses hati kita agar semakin melembut. Caranya, begitulah, pada tahap pertama mesti bisa melenyapkan berbagai macam penyakit hati. Usahakan agar selama 10 hari pertama itu kita tidak ‘mengamalkan’ penyakit hati sama sekali. Puasa batiniah!

Jangan marah. Jangan berbohong. Jangan membenci. Jangan menipu. Jangan iri dan dengki. Jangan sombong. Jangan berkata yang tidak berguna. Bahkan, untuk ‘berpikir’ jelek pun jangan! Dan seterusnya.

Kendalikan sifat-sifat ini dengan kefahaman bahwa ini memang sifat yang merugikan siapa saja. Dan kemudian evaluasi terus, bahwa dari ke hari kemampuan kita mengendalikannya adalah semakin besar. Maka kalau kita bisa mengendalikannya selama 10 hari pertama, insya Allah kita bakal menerima rahmatNya, berupa, kondisi batiniah yang melembut.

Tiba-tiba saja kita begitu mudahnya untuk tidak marah. Begitu mudahnya untuk tidak berbohong. Begitu mudahnya untuk tidak dengki, iri dan sombong. Serta berbagai macam penyakit hati yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. Ya, kita telah ketularan RahmatNya rasa mengasihi dan menyayangi orang lain dan siapapun di sekitar kita dengan sepenuh keikhlasan. Itulah 10 hari pertama dimana Allah menurunkan Rahmat bagi orang-orang yang baik puasanya.

Sepuluh hari ke 2 adalah ketika Allah menurunkan ampunanNya kepada hamba-hamba yang berpuasa. Ketika seseorang bisa mengendalikan dirinya untuk tidak berbuat jelek, tidak berkata buruk, dan tidak berpikiran jahat, maka sungguh ia telah memperoleh ampunan Allah.

Bahkan, ampunan itu bukan hanya sekarang saja, melainkan juga ‘dosa-dosanya’ di masa datang. Karena, sesungguhnya dia tidak akan berbuat dosa lagi lewat pikiran, ucapan, dan perbuatannya. la telah menjadi orang yang mampu mengendalikan dirinya.

Sepuluh hari yang ke 3, adalah saat-saat Allah mengkaruniakan Nikmat. Ya, betapa nikmatnya orang-orang yang telah mampu mengendalikan diri dengan baik. Selama 20 hari pertama dia telah mampu melatih dan membiasakan dirinya untuk tidak melakukan dosa-dosa yang membuat hatinya jadi ‘keruh’ dan mengeras.

Maka di sepuluh hari terakhir dia akan memetik kenikmatan. Apakah kenikmatan? Selama ini orang berpikir bahwa kenikmatan adalah terlaksananya segala keinginan yang menjadi cita-citanya. Padahal, definisi itu sangatlah rapuh. Mana mungkin ada orang yang terpuaskan atas keinginan-keinginannya. Apalagi, jika ia sangat menggebu-gebu dalam mencapai keinginannya.

Dia bagaikan mengejar fatamorgana. Seperti indah ketika masih jauh, tapi begitu didekati ternyata tidak seperti yang dia bayangkan. Begitulah manusia dalam mengejar kenikmatan. Ternyata, kebanyakan nikmat yang kita kejar adalah semu belaka.

Maka Allah mengajarkan kepada kita tentang kenikmatan itu. Bahwa kenikmatan yang sesungguhnya hanya bisa didapatkan lewat keimanan, sebagaimana Dia firmankan berikut ini.

“Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (QS. Ash Shaffat (37) : 148)

Apakah keimanan? Sekali lagi, keimanan adalah kefahaman yang mengarah kepada keyakinan. Dan lebih khusus lagi, keyakinan itu terkait dengan kefahaman tentang Allah dengan segala sunnatullahNya.

Kenikmatan hakiki adalah kenikmatan yang diperoleh lewat kefahaman. Bukan karena emosi alias hawa nafsu belaka. Kenikmatan yang didasarkan pada hawa nafsu secara emosional adalah kenikmatan yang semu. Bahkan, memiliki potensi untuk merusak sebagaimana telah kita bahas sebelumnya: “kalau hawa nafsu di jadikan ukuran kebenaran maka rusaklah langit dan bumi dan segala isinya.”

Maka, jika kita ingin memperoleh nikmat yang hakiki kita mesti memperolehnya secara iman lewat pendekatan akal. Bahwa kenikmatan adalah sebentuk manfaat yang terkait dengan kemampuan kita mengendalikan diri karena Allah semata.

Dalam kaitannya dengan puasa ini, maka di tahap 10 hari ke tiga itu, seseorang yang berpuasa, memang mulai bisa ‘menundukkan’ hawa nafsunya. Akalnya berfungsi lebih dominan dibandingkan kehendak emosionalnya. Dan lebih dari itu semua, ia melakukannya karena Allah semata.

Inilah kunci kenikmatan yang dijanjikan Allah kepada hamba hamba yang berpuasa pada etape 10 hari ke tiga. Setelah melewati masa ‘penggelontoran’ penyakit hati, dan masa ‘pengampunan’ dosa-dosa, maka orang yang berpuasa bakal merasakan betapa nikmatnya menjalani ibadah itu di akhir akhir Ramadhan.

la telah menemukan keseimbangan antara lahir dan batinnya. Antara fisik dan jiwanya. Maka, pada sepuluh hari terakhir itu seseorang yang berpuasa masuk ke tahapan spiritual. la sedang berproses untuk ‘bertemu’ Allah di dalam ibadah puasanya yang semakin intens.

Di sepuluh hari terakhir itu biasanya Rasulullah saw meningkatkan ibadahnya lebih hebat baik secara kualitas maupun kuantitas. Beliau biasanya masuk ke masjid untuk melakukan Itikaf, berkonsentrasi sepenuhnya dalam ibadah-ibadah yang semakin banyak dan khusyu untuk mencapai ‘puncak’ efek puasa. Inilah saat-saat terakhir yang sangat menentukan berhasil tidaknya puasa Ramadhan kita menjadi orang yang bertakwa.

Di sepuluh hari terakhir itu juga Allah menyediakan malam yang penuh barokah yaitu Lailat al Qadar. Yaitu malam yang digambarkan memiliki nilai sangat tinggi, lebih hebat dari 1000 bulan. Lebih jauh akan kita bahas di bagian berikutnya.

Sungguh, orang-orang yang bisa menjalani puasanya di sepuluh hari terakhir dengan baik, ia bakal menemui Lailat al Qadar yang penuh kenikmatan. Bukan hanya pada saat puasa Ramadhan, melainkan ia akan memperoleh pencerahan sepanjang hidupnya sehingga menjadi orang yang bertakwa orang yang dijamin Allah dengan berbagai kenikmatan.

http://yuari.wordpress.com/

Kamis, 23 Juli 2009

Air Mendengar Kita

Air ternyata secara seketika mampu merespon pikiran dan perasaan manusia!..

Dr. Masaru Emoto, ilimuwan asal jepang meyakini bahwa air memiliki kecerdasan untuk mengingat dan mengantarkan informasi.

Yang pertama kali ia lakukan adalah menyewa sebuah mikroskop yang
sangat akurat untuk mengamati air yang telah dibekukan dalam sebuah
lemari es raksasa. Ia juga menyiapkan kamera berkecepatan tinggi untuk
memotret gambar-gambar kristal yang akan diamati. Ia sempat mengalami
kesulitan,ketika pemotretan dilakukan air yang dibekukan akan segera
mencair. Setelah mencoba selama 2 bulan, tim peneliti yang dipimpinnnya
berhasil mendapatkan foto kristal bersegi enam yang sangat indah.

Seperti diakuinya sendiri, percobaan pertama itu adalah keajaiban .
"Apa yang kau yakini mungkin terjadi dalam hatimu, sangat mungkin
menjadi kenyataan. Kita membuatnya mungkin dengan niat kita. Apa yang
kita bayangkan dalam pikiran kita merupakan dunia kita. Itu hanya salah
satu dari sekian banyak hal yang saya pelajari dari air" katanya.

Pada awalnya Dr. Emoto dan tim penelitinya melakukan percobaan dengan
cara mengambil sampel dari 50 jenis air yang dimasukkan kadalam 50
cawan petri, kemudian dibekukan selama 3 jam dalam suhhu mencapai -20
derajat celcius. Hasilnya, adalah terbentuknya butiran es dipermukaan
cawan petri sebesar 1 mm. Kristalnya terlihat ketika ada cahaya yang
diarahkan pada mahkota dari butiran es.Tidak semua cawan petri akan
menghasilkan kristal yang sama. Air yang berbeda akan menghasilkan
kristal yang berbeda pula.

Kemudian salah seorang penelitinya mengusulkan gagasan yang tidak
biasa. Air diperdenganrkan dengan musik. Kesimpulannya, musik-musik
klasik karya maestro dunia senantiasa menghasilkan kristal air yang
sempurna. Sebaliknya, air yang diperdengarkan musik-musik keras
heavymetal menhasilkan bentuk yang jauh dari sempurna dan
terpecah-pecah.

Setelah mengetahui respon air terhadap musik, Dr. Emoto dan tim
melakukan percobaan berikutnya yaitu, menegatui respon air terhadap
kata-kata/kalimat tertentu. Caranya dengan menuliskan kata-kata seperti
terimakasih/bodoh pada sehelai kertas yang kemudian ditempelkan
menghadap ke air pada dinding sebuah botol. Maksudnya agar air dapat
"membaca" tulisan yang ditujukan padanya.

Hasilnya sungguh luar biasa.Air yang diberikan tulisan terimakasih
membentuk kristal heksagonal yang sangat indah. Sementara air yang
ditempelkan tulisan bodoh menghasilkan kristal-kristal yang tidak utuh
mirip dengan kristal air yang diperdengarkan oleh musik heavymetal.

Tentang percoobaan ini, Dr. Emoto memberikan kesimpulan berikut. "
Pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa kata-kata ternyata
memiliki kekuatan. Getaran dari kata-kata yang baik memiliki dampak
yang positif pada dunia kita. Sementara getaran dari kata-kata yang
negatif memiliki kekuatan menghancurkan.

Lebih dari itu, bagi Dr. Emoto kata-kata adalah ekspresi jiwa. Kondisi
kejiwaan kita sudah pasti mempunyai pengaruh yang besar terhadap 70%
air yang ada dalam tubuh kita. Itulah sebabnya terdapat satu hubungan
yang sangat erat antara kesehatan fisik dengan pikiran dan perasan.

Mengutip temuan-temuan mutakhir dalam sains moderen, Dr.Emoto
menggarisbawahi apa yang sering dikumandangkan para fisikawan, "Bahwa
segala sesuatu di alam ini adalah getaran/vibrasi". Segala sesuatu
terdiri dari atom-atom dan setiap atom memilikinulkeus dengan elektron
yang sedang mengitaringa. Jumlah,bentuk,dan orbit dari
elektron-elektron inilah yang menghasilkan setiap hal /substansi yang
kita kenal memiliki frekuensi vibrasi secara sendiri-sendiri. Segala
sesuatu bergerak dan bergetar dalam kecepatan yang tak terbayangkan.

Manusiapun sedang bergetar, dan setiap orang bergetar dengan frekuensi
yang sangat unik. Bagi Dr. Emoto, umat manusia memiliki alam semesta
dalam dirinya. Terdapat begitu banyak frekuensi yang saling bersilangan
satu sama lain dan hasilnya adalah simfoni dari berbagai proporsi
kosmik yang luar biasa.

Mengapa air mampu merespon musik dan kata-kata yang diucapkan manusia?
tidak lain karena musik dan kata-kata adalah vibrasi yang dapat
ditangkap oleh air. Tapi mengapa air bisa merespon kata-kata yang
ditulis dalam sebuah kertas yang ditempelkan atau diperlihatkan pada
air? Kata-kata itusendiri bersama-sama dengan niat dan kesadaran ketika
menulis kata-kata itu mengandung getaran yang juga dapat ditangkap oleh
air.

Bagi Dr. Emoto yang terpenting adalah memahami resonansi . Ketika satu
sisi ada yang mengeluarkan frekuensi dan di sisi lain ada yang merespon
dengan suara yang sama, mereka beresonansi. Manusia yang dengan
frekuensi tertentu akan menarik perhatian manusia lain yang memiliki
frekuensi yang sama. Hasilnya berupa persahabatan/percintaan. Ada pula
yang tidak tertarik satu sama lain meskipun secara fisik berdekatan.
Ini karana mereka tidak beresonansi.

Perlu diketahui, bahwa resonansi dapat terjadi meskipun 2 orang berada
dalam frekuensi yang berbeda. Hal ini dapat terjadi ketika sebuah
frekuensi digandakan. Misalnya membunyikan nada La dalam piano dengan
frekuensi 440Hz dan nada La serupa dengan frekuensi yang lebih rendah
220Hz dapat menghasilkan suara yang beresonansi ketika frekuensi
dilipatgandakan 2x, 4x,8x dstnya.

Bagi manusia, hal ini merupakan kabar baik sekaligus kabar buruk. Kita
bisa beresonansi dengan nabi,guru yang memiliki kesadaran jauh lebih
tinggi dari kita. Namun pada saat yang sama kita juga bisa beresonansi
denganpara maling,perampok, dan teroris.

Kita bisa menciptakan surga diatas dunia. Namun kita juga bisa
menciptakan neraka. Semua sangat tergantung dari kesadaran diri kita.
Vibrasi macam apa yang akan kita berikan pada bumi kita -yang akan
disampaikan secara seketika melalui air- semua tergantung pada diri
kita sendiri. Maukah kita meningkatkannya ataukah malah membuatnya
merosot?

"Jangan lupa bahwa air juga memiliki potensi untuk membersihkan
peradaban dan menghasilkan kehancuran. Semua itu sangat tergantung dari
apa yang ada dalam jiwa kita" pesan dari Dr. Emoto.

Baik Sangka itu baik...!

Aku ngambil kesimpulan ini setelah nonton Film "The Secretnya" Rhonda Byrne and baca sekilas bukunya Masaru Emoto "The True Power of Water", dan kalo digabungin substansi kedua film dan buku itu bisa menghasilkan sebuah kekuatan penyembuhan yg luar biasa bagi manusia.

Di Film The Secret Rhonda menceritakan bagaimana "Law Of Attraction" bisa mewujudkan semua keinginan kita, di mana dianalogikan seperti Jin dalam Cerita Aladin; "Your wishes is my command", jika kita bersungguh2 untuk menginginkan sesuatu dan fokus dalam mencapainya maka energi itu akan kembali kepada kita dan seluruh alam akan membantu kita mwujudkannya dan di akhir; Hap... kita mendapatkan yg kita inginkan.

Cerita2 yg ditampilkan dalam The Secret juga berupa kisah-kisah mewujudkan cita2, kesembuhan dari kecelakaan, dll dengan berpusat pada kekuatan fikiran. Ilmiahnya film ini dibangun dari komentar2 dari berbagai ahli di beberapa bidang, seperti kedokteran, filsuf, visionarist (gw ga ngerti apa ini tapi ada), dan beberapa orang yg mengalami kejadian luar biasa tersebut. Intinya sendiri adalah bagaimana kita bisa membangun sikap positif kita dalam menghadapi berbagai kejadian dalam khidupan, "kita tidak bisa selalu mengontrol bagaimana pikiran kita merespon berbagai kejadian, tetapi kita bisa membentuk bagaimana emosi dan sisi psikologis kita dalam menjalani kehidupan, dan pikiran kita nantinya akan merespon dengan pengaruh yg kita bangun tersebut.

Nah di sisi lain, Masaru Emoto menceritakan bagaiamana perubahan kristal air setelah "dikomentari(di do'ai. red)", seakan2 mereka hidup dan bisa merespon apa yang dilakukan dan dikatakan manusia. Beberapa contoh bahkan diberikan Emoto dalam bukunya ketika; tidak hanya air, tetapi juga nasi diberikan komentar positif di satu sisi dan negatif di sisi lainnya. Dan hasilnya; LUar Biasa, nasi yg dikomentari positif tampak lebih cerah, lebih putih, dan lebih tahan lama ketimbang yg diberikan komentar negatof; gelap, bau, dan lebih cepat basi.

Inti yg aku dapet dari Masaru Emoto adalah bahwa apa yg tampak sebagai benda mati; air, udara, kayu, dll bahkan bisa merespon apa yg kita lakukan dan katakan kepada mereka semuanya. Bahkan air sendiri bisa merespon dan hal ini akan menjadikan air sebuah kekuatan tersendiri dalam kehidupan manusia, karena lebih dari 60 % tubuh manusia terdiri dari air.

Di situlah letak kekuatan Self Healing yg gw katakan tadi. Tubuh kita yg terdiri dari 60 % air ini akan merespon apa yng kita lakukan dan kita katakan, bahkan juga; apa yg kita pikirkan. Ketika kita merespon, berkata, atau berbuat hal2 yg negatif maka kristal2 airnya akan berubah menjadi kristal yg suram, jelek, dan rapuh. Sementara ketika sebaliknya, kita berkomentar, dan berpikiran hal2 yg positif maka kristalnya pun akan berubah menjadi kristal yg indah, kuat, dan lancar peredarannya dalam tubuh.

Jadi inti dari Misteri The Secret yg diberikan Rhonda Byrne; "bagaimana selalu berpikiran dan bersikap positif" dalam menghadapi kehidupan pada dasarnya telah diteliti oleh Prof. Emoto, di mana energi itu kemudian akan mengubah struktur molekul air dalam tubuh kita, membuat kita menjadi lebih berenergi, lebih baik, dan lebih rileks dalam menjalani kehidupan.

Senin, 20 Juli 2009

Acara MUNAS II (Wisma ERNI Lawang) Malang Jatim


Foto bersama Peserta MUNAS II saudara yang di Nganjuk (Salam ...! Buat Om Bowo)


Jamaah CS yang dari Sumenep Usai Lari Pagi Bersama Guru Besar
Lagi pada action depan kamera

Alhamdulillah dengan sedikit lebih tekun berlatih kami dapat memberikan nama Harum
CS cabang Sumenep Madura dengan memborong Sabuk kehormatan dari Guru besar kita
(Bpk. Ir. Santoso) Dengan menjuarai No 1 & 2 Lomba deteksi pada penutupan Acara MUNAS II


Berpose bersama Bpk.Sony (Pelatih Surabaya)


Foto bersama DewanGuru dan para senior


Alhamdulillah...! Akhirnya bisa diberi kesempatan naik Podium


Check Out Dari wisma Erni Photo Dulu aa....ah

Minggu, 19 Juli 2009

Kegiatan Rutin

Jam

Hari

Kegiatan

Tempat

Ket

07.30

Minggu

Latihan Dinas Cabang

Jl. gersik Putih Barat

Mulai Pukul 07.30 Sampai selesai

19.00

Minggu

Latihan Dinas Ranting Gapura

Desa Batu Dingding

Mulai Pukul 19.30 Sampai selesai

21.00

Senin

Latihan Dinas Ranting Guluk-guluk

Lapangan STIKA Ponpes Annuqayah Guluk-guluk

Mulai Pukul 21.00 sampai selesai

19.30

Rabu

Latihan Dinas Sub Ranting Meteorologi Lojikantang

Lapangan BMG Kalianget

Mulai 19.30 Sampai selesai

19.30

Kamis

Kajian dan Pendalaman ke CS an

Sekretariat

Mulai 19.00 Sampai selesai

magrib

Sabtu

Pengajian dari rumah kerumah

Di jadwalkan

Maghrib bersama sampai Selesai


Jadwal sewaktu-waktu dapat berubah Harap Menghubungi Koodinator Lapangan setempat

Korlap Kalianget Hub : Antok HP 0888 530 146

Korlap Lojikantang Hub : Arik HP 087 850 074 818

Korlap Guluk-guluk Hub : Athwi HP 081 703 175 079

Korlap Gapura Hub : Samsul Bahri HP 087 850 115 123

Ketua Cabang Hub : Imam HP 081 935 183 338

Pelatih Hub : Bpk. Gofur HP 085 232 435 621

: Yudik HP 0888 345 8609

Sabtu, 18 Juli 2009

In Action








Latihan Dinas beberapa ranting


Latihan Dinas Di Taman Merdeka Kalianget


Latihan dinas di Wisma PT Garam Kalianget



Latihan Dinas Lapangan Meteorologi (BMG) Lojikantang Kalianget


Latihan dinas Gersik Putih Barat